Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PBB. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Januari 2015

PBB 10

PBB X

1. IRAMA LANGKAH
·       Aba-aba: IRAMA LANGKAH ... = GERAK
·       Tim dapat dalam kondisi berjalan atau berhenti
·       Bila dalam keadaan berjalan, kemudian aba-aba diatas maka tim langsung berhenti sambil bertolak pinggang.
a.     IRAMA LANGKAH 1
1.       Menggeser kaki kanan ke depan dengan tumit menempel pada tanah.
2.       Selanjutnya ke belakang dengan ujung sepatu menempel ke tanah.
3.       Selanjutnya menggeser ke kanan.
4.       menyilangkan diatas kaki   kiri, posisi badan masih lurus ke depan.
5.       Berputar / balik kiri, dengan bantingan energi seperti balik kanan.
6.       Tangan turun bersamaan dengan menutupnya kaki.
7.       Melangkah yang diawali dengan kaki kiri.
b.     IRAMA LANGKAH 2
1.       Hitungan 1-3, Sama dengan irama langkah 1
2.       Hitungan 4 , menyilangkan kaki kanan diatas kaki kiri sambil meloncat ditempat, posisi badan masih lurus kedepan.
3.       Hitungan 5-7 , Sama dengan irama langkah 1
c.     IRAMA LANGKAH 3
1.       Hitungan 1-5, Sama dengan irama langkah 1
2.       Hitungan 6 , B erputar / balik kiri sambil meloncat ditempat.
3.       Hitungan 6-7 , Sama dengan irama langkah 1
d.     IRAMA LANGKAH 4
1.       Hitungan 1-3, Sama dengan irama langkah 1
2.       Hitungan 4 , B erputar / balik kiri sambil menunduk / merengkuhkan badan.
3.       Hitungan 5-6 , Sama dengan irama langkah 1
e.     IRAMA LANGKAH 5
1.       Hitungan 1-3, Sama dengan irama langkah 1
2.       Hitungan 4 , menyilangkan kaki kanan diatas kaki kiri.
3.       Hitungan5, Melempar kaki kiri ke arah kiri   (tidak menempel ke tanah)
4.       Hitungan6, menyilangkan kaki kiri diatas kaki kanan.
5.       Hitungan7, Melempar kaki kiri ke arah kiri (tidak menempel ke tanah)
6.       Hitungan8, Merapatkan kaki kanan ke kaki kiri, kaki kiri langsung dilempar ke arah kiri.
7.       Hitungan9, Kaki kiri merapat ke kaki kanan.
8.       Hitungan10, Tangan turun
9.       Hitungan11, Melangkah kaki kiri

2. VARIASI DAN FORMASI 
·                 Merupakan kreasi dan inovasi dari tiap-tiap individu dan atau tim.
Untuk lebih jelasnya, baca kembaliBuku panduan tentang BARIS-BERBARIS ANGKATAN BERSENJATA (PBB-AB) , yang disyahkan dengan surat keputusan Pangab No. Skep / 611 / X / 1985 tanggal 8 Oktober 1985.

PBB 9

PBB IX
ABA-ABA

a.     Adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakan pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
b.     Kaidah aba-aba
1.   Harus dilafalkan dengan JELAS.
2.   Harus diucapkan dengan TEGAS.
3.   Harus diucapkan dengan KERAS.
4.   Ucapannya harus berirama (tidak seenaknya)
5.   Ucapannya harus berjeda (ada antara, jarak).
c.     Jenis aba-aba
·          Aba-aba petunjuk
Digunakan hanya jika perlu, untuk menegaskan maksud dari aba-aba peringatan / pelaksanaan.
Contoh: Kepada Pembina Upacara -HORMAT = GERAK
Untuk perhatian -ISTIRAHAT DITEMPAT = GERAK
Peleton 7 SIAP = GERAK
·          Aba-aba PERINGATAN
Inti peringatan yang cukup jelas, untuk dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh    : LENCANG KANAN = GERAK
        DUDUK SIAP = GERAK
        ISTIRAHAT DITEMPAT = GERAK
·          Aba-aba PELAKSANAAN
Ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba peringatan.
a.       GERAK = Untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
                    Contoh: JALAN DITEMPAT = GERAK
                 SIAP =   GERAK HORMAT KANAN = GERAK
b.       JALAN = Untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
                    Contoh: DUA LANGKAH KEDEPAN = JALAN
                  HALUAN KANAN / KIRI   = JALAN
                    (Bila dibatasi jaraknya, maka tidak pakai kata maju)
                MAJU = JALAN
                HALUAN KANAN / KIRI MAJU = JALAN
                    (Bila tidak dibatasi jaraknya, maka pakai kata maju)
c.       MULAI = Untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
                    Contoh: HITUNG = MULAI
                BERSHAF KUMPUL = MULAI
d.   Yang harus diperhatikan dalam memberi aba-aba
·    Waktu memberi aba-aba pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap tim, kecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
·    Setelah aba-aba itu berlaku juga bagi si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan dan tidak menghadap tim.
     Contoh: Kepada Pembina Upacara- HORMAT = GERAK. Pemberi aba-aba bersama-sama dengan tim melakukan gerakan menghormat. Aba-aba TEGAK = GERAK diberikan si komandan dalam kondisi sedang memberi hormat.
·    Untuk aba-aba perubahan langkah dalam keadaam berjalan, tidak perlu menggunakan kata MAJU.
     Contoh: LANGKAH TEGAP / BIASA = JALAN.
·    Untuk beberapa aba-aba perubahan arah dalam kondisi berjalan memakai kata MAJU, karena ada aba-aba HENTI, demikian pula sebaliknya tidak memakai kata MAJU, karena tidak ada aba-aba HENTI.
     Contoh: BALIK KANAN MAJU = JALAN
                       HADAP KANAN / KIRI MAJU = JALAN
                       BELOK KANAN / KIRI = JALAN
·    Aba-aba yang menunjukan arah harus memakai kata penghubung "KE"
     Contoh: 4 LANGKAH KE KA / KI / DEPAN / BELAKANG.
·    Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANGI.
     Contoh: LENCANG KANAN - ULANGI-SIAP = GERAK
·    Pemberian aba-aba petunjuk yang dirangkaikan dengan aba-aba peringatan dan pelaksanaan, pengucapannya tidak diberi nada.
·    Pemberian aba-aba peringatan wajib diberi nada pada suku kata pertama dan terakhir. Nada suku kata terakhir diucapkan lebih panjang menurut besar kecilnya tim.
·    Aba-aba pelaksanaan senantiasa diucapkan dengan cara yang "dihentakkan".
·    waktu antara aba-aba peringatan dan aba-aba   pelaksanaan diperpanjang sesuai dengan besar kecilnya tim dan atau tingkatan tim (konsentrasi perhatian).
·           Dilarang memberikan keterangan-keterangan lain disela-sela aba-aba pelaksanaa.

PBB 8

PBB VIII

1.  HALUAN KANAN/ KIRI
·   Pasukan dalam keadaan bershaf.
·   Fungsi Haluan adalah merubah arah pasukan tanpa merubah keadaan pasukan.
·   Penjuru sebagai patokan/ poros.
·   Pasukan maju sambil jalan ditempat secara perlahan-lahan menempuh arah 900 ke kanan/ kiri lengan tidak dilenggang.
·   Haluan kanan penjurunya adalah banjar paling kanan shaf terdepan Haluan kiri penjurunya adalah banjar paling kiri shaf terdepan.
·   Pergerakan pasukan harus lurus seperti daun pintu dengan cara melirik barisannya (kepala tetap lurus kedepan).
·   Penjuru bebas untuk menengok kiri/ kanan, bila pergerakannya sudah selesai dan barisan sudah lurus, maka dia berteriak LURUS !!
·   Perputaran pasukan semakin jauh bila makin menjauhi penjuru.
a.    Diam ke diam
·       Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
·       Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS ! Maka komandan harus memberikan aba-aba HENTI = GERAK, yang diucapkan pada waktu kaki kiri/ kanan jatuh ditanah.
·       Setelah ditambah satu langkah kemudian seluruh pasukan berhenti.
b.    Diam ke jalan
·   Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
·   Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS ! Maka komandan harus memberikan aba-aba MAJU = JALAN, yang diucapkan pada waktu kaki kiri/ kanan jatuh ditanah, pasukan langsung maju langkah biasa.
c.    Jalan ke jalan
·   Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
·   Aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada waktu kaki kanan/ kiri jatuh ditanah, kemudian ditambah satu langkah, selanjutnya barisan melakukan gerakan haluan.
·   Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS ! Maka komandan harus memberikan aba-aba  MAJU = JALAN, yang diucapkan pada waktu kaki kiri/ kanan jatuh ditanah, pasukan langsung maju langkah biasa.
d.    Jalan ke diam
·   Aba-aba : HALUAN KANAN/ KIRI = JALAN.
·   Aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada waktu kaki kanan/ kiri jatuh ditanah, kemudian ditambah satu langkah, selanjutnya barisan melakukan gerakan haluan.
·   Bila penjuru telah memberi isyarat LURUS ! Maka komandan harus memberikan aba-aba HENTI = GERAK, yang diucapkan pada waktu kaki kiri/ kanan jatuh ditanah.
·   Setelah ditambah satu langkah kemudian seluruh pasukan berhenti.


2.  MELINTANG KANAN/ KIRI
a.    Pasukan dalam keadaan berbanjar.
b.    Fungsi melintang adalah merubah bentuk pasukan (dari banjar jadi shaf) tanpa merubah arah pasukan.
c.    Melintang itu dibagi menjadi dua wilayah dunia, wilayah kiri dan wilayah kanan.
·         Melintang kanan artinya melakukan gerakan PBB di daerah sebelah kanan kita, jadi teknis gerakannya adalah melakukan hadap kanan terlebih dahulu lalu haluan kiri.
·         Melintang kiri artinya melakukan gerakan PBB di daerah sebelah kiri kita, jadi teknis gerakannya adalah melakukan hadap kiri diteruskan haluan kanan.
d.    Aba-aba yang dipakai :
·         Diam ke diam : MELINTANG KANAN/ KIRI = JALAN.
·         Diam ke jalan : MELINTANG KANAN/ KIRI MAJU = JALAN.
·         Jalan ke jalan : MELINTANG KANAN/ KIRI MAJU = JALAN.
·         Jalan ke diam : MELINTANG KANAN/ KIRI = JALAN.

e.    Untuk aturan berhenti ataupun maju setelah penjuru memberikan isyarat lurus sama dengan aturan pada haluan.

PBB 7

PBB VII

1.      BUKA / TUTUP BARISAN
a.     Terbagi atas dua, PBB Baku dan Variasi.
b.     Dalam PBB Baku, Buka / Tutup barisan, tim datang dalam keadaan tidak berjalan, diam, dengan bentuk tim berbanjar.
c.     Aba-aba: BUKA BARISAN = JALAN.
d.     Ketika ada aba-aba diatas, maka banjar kesatu dan ketiga bergeser satu langkah ke kanan / kiri, sedangkan banjar kedua (yang tengah diam).
e.     Aba-aba TUTUP BARISAN = JALAN, maka banjar kesatu dan banjar ketiga bergeser untuk menutup, banjar tengah diam.
f.      Dalam PBB Variasi, Buka / Tutup barisan gerakan tim dalam kondisi berjalan, yaitu:
·       Dari diam ke jalan, aba-abanya BUKA BARISAN MAJU = JALAN.
·       Dari jalan ke jalan, aba-abanya BUKA BARISAN = JALAN.
·       Ketentuan pergeseran (membuka / menutup) sama seperti diatas.

2.      TIAP-TIAP BANJAR 2 KALI BELOK KANAN
a.     Tim dalam kondisi langkah biasa, melakukan gerakan berputar setengah lingkaran.
b.     Diam ke jalan
·        Aba-aba:   TIAP-TIAP BANJAR 2 KALI BELOK KANAN MAJU = JALAN.
·        Hitungan setelah aba-aba
·        Hitungan 1-8         Jalan ditempat.
·        Hitungan 9                     Melangkahkan kaki langsung maju
·        Shaf berikutnya ditambah dua dari rekan didepannya.
c.     Jalan ke jalan
·    Aba-aba   : TIAP-TIAP BANJAR 2 KALI BELOK KANAN = JALAN
·    Hitungan seperti diatas kurangi satu.

·    Bila aba-aba jatu di kaki kanan, maka hitungannya seperti gerakan dari diam ke jalan.

PBB 6

PBB VI

1.      BELOK KANAN / KIRI
Tim dalam kondisi berbanjar.
a.     Dari diam ke jalan
·            Aba-aba: BELOK KANAN / KIRI MAJU = JALAN.
·            Aba-aba JALAN si penjuru langsung jalan ditempat sambil mengarah   ke kanan / kiri secara perlahan.
·            Rekan dibelakangnya (banjar paling dalam / banjar kesatu) jalan ditempat sambil merapat ke depan.
·            Hitungan setelah aba-aba
·            Hitungan 1-6         Jalan ditempat
·            Hitungan 7                   Melangkah kaki kiri
·            Shaf berikutnya ditambah dua dari rekan didepannya.
·            Banjar kedua melangkahkan kaki biasa.
·            Banjar paling luar (Banjar ketiga) melangkahkan kaki biasa dengan langkah kaki yang diperlebar
·            Pergerakan belok kanan / kiri ini seperti daun pintu.
b.     Dari jalan ke jalan
·              Aba-aba: BELOK KANAN / KIRI = JALAN.
·              Aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada saat kaki kanan / kiri jatuh ditanah, setelah ditambah satu langkah, penjuru mulai jalan ditempat dan berputar 90 0 ke kanan / kiri.
·              Bila aba-aba jatuh di kaki kiri, maka hitungan 6, bila jatuh di kaki kanan hitungan 7, dengan cara langsung jalan ditempat, bukan ditambah satu langkah.
·              Shaf dan banjar harus tetap lurus, dengan cara melirik ke kanan / kiri.

2.      DUA KALI BELOK KANAN / KIRI
Tim dalam kondisi berbanjar.
Posisi / pergerakan tim seperti ketika melakukan belok kanan, hanya saja tim melakukannya dua kali
a.     Dari diam ke jalan
·            Aba-aba:   DUA KALI BELOK KANAN MAJU = JALAN.
·            Hitungan setelah aba-aba (Khusus untuk banjar penjuru)
·            Hitungan 1-6        Jalan ditempat
·            Hitungan 7               Melangkah kaki satu kali
·            Hitungan 8-12       Jalan ditempat
·            Hitungan 13             Melangkah kaki langsung maju
·            Shaf berikutnya ditambah dua dari rekan didepannya.
·            Banjar kedua melangkahkan mengikuti arus banjar kesatu, bergerak setengah lingkaran dengan langkah biasa.
·            Banjar paling ketiga sama dengan langkah yang diperlebar.
b.     Dari jalan ke jalan
·            Aba-aba: DUA KALI BELOK KANAN / KIRI = JALAN.
·            Hitungan seperti diatas dikurangi Saturday
·            Bila aba-aba jatuh di kaki kanan, maka hitungannya seperti gerakan dari diam ke jalan.

·            Banjar kedua dan ketiga sama dengan diatas.

PBB 5

PBB V

1.     KOMBINASI JALAN DITEMPAT
·      DARI DIAM KE JALAN DITEMPAT
a.      Hadap kanan/ kiri
·           Aba-aba  : HADAP KA/ KI JALAN DITEMPAT = GERAK.
·           Hitungan 1-2  Proses hadap kanan/ kiri biasa
·           Hitungan 3     Langsung diangkat melakukan jalan ditempat 
b.      Hadap serong kanan/ kiri
·           Aba-aba :  HADAP SERONG KANAN/ KIRI JALAN DITEMPAT  =  GERAK.
·           Prosesnya seperti diatas tetapi hadap serong kanan/ kiri
c.      Balik kanan
·           Aba-aba : BALIK KANAN JALAN DITEMPAT = GERAK.
·           Prosesnya seperti diatas tetapi balik kanan.

·   DARI JALAN DITEMPAT KE DIAM
a.      Hadap kanan/ kiri
       Aba-aba : HADAP KANAN/ KIRI = GERAK.
      Hitungan 1        Kaki  masih  diangkat (hitungan setelah aba-aba).
       Hitungan 2-4        Prosesnya hadap kanan/ kiri biasa.
       Bila GERAK-nya jatuh pada kaki yang sama dengan aba-aba, tambah jalan ditempat dan hitungan satu kali.
b.      Hadap serong kanan/ kiri
       Aba-aba : HADAP SERONG KA/KI HENTI = GERAK.
       Prosesnya seperti diatas tetapi hadap serong ka/ ki.
c.      Balik kanan
       Aba-aba : BALIK KANAN HENTI = GERAK.
       Prosesnya seperti diatas tetapi balik kanan.

·   SAAT JALAN DITEMPAT
a.      Hadap kanan/ kiri
·           Aba-aba : HADAP KA/ KI = GERAK
·           Hitungan 1         Kaki  masih   diangkat  (hitungan setelah aba-aba).
·           Hitungan 2-3          Proses hadap kanan/ kiri biasa.
·           Hitungan 4  Kaki langsung diangkat.
·           Bila GERAK-nya jatuh pada kaki yang sama dengan aba-   aba, tambah jalan ditempat dan hitungannya satu kali.
b.      Hadap serong kanan/ kiri
·           Aba-aba : HADAP SERONG KA/ KI = GERAK.
·           Prosesnya seperti diatas tetapi hadap serong ka/ki.
c.      Balik kanan
·           Aba-aba : BALIK KANAN = GERAK.
·           Prosesnya seperti diatas tetapi balik kanan.

·   DARI JALAN DITEMPAT KE BERJALAN
a.      Hadap kanan/ kiri
·           Aba-aba : HADAP KANAN/ KIRI MAJU = JALAN.
·           Hitungan 1         Kaki  masih   diangkat  (hitungan setelah aba-aba).
·           Hitungan 2-3       Proses hadap kanan/ kiri biasa.
·           Hitungan 4   Kaki langsung  dilangkahkan, tangan dilenggang.
·           Bila GERAK-nya jatuh pada kaki yang sama dengan aba-   aba, tambah jalan ditempat dan hitungannya satu kali.
b.      Hadap serong kanan/ kiri
·           Aba-aba : HADAP SERONG KA/ KI MAJU = JALAN.
·           Prosesnya seperti diatas tetapi hadap serong ka/ki.
c.      Balik kanan
·           Aba-aba : BALIK KANAN MAJU = JALAN.
·           Prosesnya seperti diatas tetapi balik kanan.

·   DARI JALAN KE JALAN DITEMPAT
a.      Hadap kanan/ kiri
·           Aba-aba : HADAP KA/ KI  JALAN DITEMPAT = GERAK.
·           Hitungan 1         Kaki  masih   diangkat  (hitungan setelah aba-aba).
·           Hitungan 2-3       Proses hadap kanan/ kiri biasa.
·           Hitungan 4   Kaki langsung  dilangkahkan, tangan dilenggang.
·           Bila GERAK-nya jatuh pada kaki yang sama dengan aba-   aba, tambah jalan ditempat dan hitungannya satu kali.
b.      Hadap serong kanan/ kiri
·           Aba-aba : HADAP SERONG KA/ KI JALAN DITEMPAT = GERAK.
·           Prosesnya seperti diatas tetapi hadap serong ka/ki.
c.      Balik kanan
·           Aba-aba : BALIK KANAN JALAN DITEMPAT = GERAK.
·           Prosesnya seperti diatas tetapi balik kanan.


1.     KOMBINASI HADAP KANAN/ KIRI
a.    DIAM KE JALAN
·           Aba-aba : HADAP   KA/ KI MAJU = JALAN.
·           Hitungan 1-2, Prosesnya hadap serong kanan/ kiri biasa
·           Hitungan 3, Kaki  langsung  dilangkahkan,  tangan dilenggang.
b.    JALAN KE JALAN
·           Aba-aba : HADAP  KA/ KI MAJU = JALAN.
·           Hitungan 1, Kaki masih melangkah (hitungan setelah aba-aba).
·           Hitungan 2-3, Proses hadap   kanan/ kiri biasa.
·           Hitungan 4, Kaki langsung dilangkahkan kembali.
·           Bila JALAN-nya jatuh pada kaki yang sama dengan aba-aba, tambah langkah kaki dan hitungan satu kali.

2.     KOMBINASI HADAP SERONG KANAN/ KIRI
a.    DIAM KE JALAN
·           Aba-aba : HADAP SERONG KA/ KI MAJU = JALAN.
·           Hitungan 1-2, Prosesnya hadap serong kanan/ kiri biasa
·           Hitungan 3, kaki  langsung  dilangkahkan,  tangan dilenggang.
b.    JALAN KE JALAN
·           Aba-aba : HADAP SERONG KA/ KI MAJU = JALAN.
·           Hitungan 1, Kaki masih melangkah (hitungan setelah aba-aba).
·           Hitungan 2-3, Proses hadap serong kanan/ kiri biasa.
·           Hitungan 4, Kaki langsung dilangkahkan kembali.
·           Bila JALAN-nya jatuh pada kaki yang sama dengan aba-aba, tambah langkah kaki dan hitungan satu kali.

3.     KOMBINASI  BALIK KANAN
a.    DIAM KE JALAN
·           Aba-aba : BALIK KANAN MAJU = JALAN.
·           Hitungan 1-2, Prosesnya balik kanan biasa
·           Hitungan 3, kaki  langsung  dilangkahkan,  tangan dilenggang.
b.    JALAN KE JALAN
·           Aba-aba : BALIK KANAN MAJU = JALAN.
·           Hitungan 1 , Kaki masih melangkah (hitungan setelah aba-aba).
·           Hitungan 2-3,  Proses balik kanan biasa.
·           Hitungan 4, Kaki langsung dilangkahkan kembali.
Bila JALAN-nya jatuh pada kaki yang sama dengan aba-aba, tambah langkah kaki dan hitungan satu kali.